Pages

Senin, 24 Februari 2020

Mempertahankan kemerdekaan


Perang mempertahankan kemerdekaan
1.Medan Area
Pertempuran Medan area merupakan satu di antara pertempuran yang bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pertempuran Medan area tergolong pertempuran yang cukup lama yakni berlangsung sejak 9 Oktober 1945 sampai berakhir pada 15 Februari 1947.
Seperti namanya, Pertempuran Medan area berlangsung di Medan, Sumatera Utara.



Latar Belakang
Pertempuran Medan area diawali dengan mendaratnya pasukan Sekutu di Sumatera Utara pada 9 Oktober 1945 di bawah brigadier Jenderal TED Kelly.
Awalnya, kedatangan pasukan Sekutu ini disambut baik oleh pemerintah Indonesia di Sumatera Utara, seperti halnya kedatangan-kedatangan mereka di tempat lain.



Kronologi
Konflik antara pihak Indonesia dan Sekutu pun tidak dapat dihindarkan.
Insiden pertama meletus pada 13 Oktober 1945 di Hotel Bali Medan.
Insiden dipicu oleh aksi seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai warga setempat.
Melihat hal itu, para pemuda langsung menyerbu hotel tersebut hingga mengakibatkan 96 orang tewas yang sebagian besar merupakan orang-orang NICA.



2.Pertempuran Ambarawa
Karena satu hal ” Sejarah itu akan berulang kembali”. Segala kejadian, hal yang pernah terjadi di masa lampau, suatu saat akan terjadi pula di masa berikutnya dengan bebrapa variasi namun esensinya tetap sama. Selanjutnya kita akan belajar dari masa lalu dan tidak mengulangi kesalahan pendahulu.
Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November 1945 dan berakhir sampai dengan tanggal 15 Desember 1945, antara pasukan TKR (indonesia) melawan pasukan sekutu (inggris). Ambarawa merupakan sebuah kota yang terletak diantara dua kota  yakni Semarang dan magelang, juga diantara Semarang dan Salatiga.

Peristiwa ambarawa ini dilatarbelakangi oleh mendaratnya pasukan Inggris dari Divisi India ke-23 di kota Semarang pada tanggal 20 oktober 1945. Pemerintah Indonesia memperkenankan sekutu untuk mengurus tawanan perang yang saat itu berada di penjara Magelang dan Ambarawa.
Perang di ambarawa dipimpin oleh kolonel sudirman, Sedangkan dari arah Magelang pasukan TKR Divisi V/Purwokerto di pimpin oleh Imam Androngi yang melakukan serangan fajar pada tanggal 21 November 1945. Serangan tersebut bertujuan untuk memukul mundur pasukan Inggris yang berada di desa Pingit.
Pasukan yang dipimpin oleh Imam Androngi ini herhasil menduduki desa Pingit dan melakukan perebutan terhadap desa-desa yang berada disekitarnya. Batalion Imam Androngi meneruskan gerakan pengejarannya terhadap Sekutu. Kemudian Batalion Imam Androngi diperkuat tiga batalion dari Yogyakarta, yaitu batalion Sugeng Batalion 10 di bawah pimpinan Mayor Soeharto dan Batalion 8 di bawah pimpinan Mayor Sardjono.

3.Pertempuran 10 November
Peristiwa 10 November 1945 menjadi salah satu pertempuan terbesar dalam sejarah bangsa. Peristiwa itu memperlihatkan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia memiliki kekuatan. Pertempuran tersebut dipicu oleh berbagai hal, antara lain: Insiden Hotel Yamato Sebulan setelah memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia kembali diguncang berbagai insiden. Di Surabaya, Belanda mengibarkan bendera negara mereka di Hotel Yamato.

Bukan itu saja, pemerintah kala itu juga melakukan sosialisasi setelah menetapkan Bendera Merah Putih sebagai bendera nasional. DI berbagai daerah, muncul wacana untuk mengibarkan Bendera Merah Putih

Tetapi ultimatum tersebut tak dihiraukan. Rakyat Surabaya saat itu memutuskan untuk tetap mela wan hingga terjadilah pertempuran yang dikenal dengan nama Peristiwa 10 November dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

4.Peristiwa Merah Putih
Peristiwa Merah Putih pada 14 Februari 1946
Dalam Peristiwa Merah Putih di Manado, para pemuda yang tergabung dalam pasukan KNIL kompi VII di bawah pimpinan Ch. Ch. Taulu bersama dengan rakyat melakukan perebutan kekuasaan di Manado, Tomohon, dan Minahasa pada tanggal 14 Februari 1946. Sekitar 600 orang pasukan dan pejabat Belanda berhasil ditawan. Pada tanggal 16 Februari 1946, dike-luarkan selebaran yang menyatakan bahwa kekuasaan di seluruh Manado telah berada di tangan bangsa Indonesia. 


Rencana Aksi
Pemuda Sulawesi Utara membentuk Barisan Pemuda Nasional Indonesia (BPNI) sementara NICA-Belanda di bawah perlindungan Sekutu menduduki kembali Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, dan segera berusaha memulihkan kekuasaannya dari masa Hindia-Belanda tetapi terlibat clash dengan pasukan pemuda BPNI.
NICA telah membentuk kembali LOI (organisasi pusat ketentaraan) sebesar 8 kompi yang terdiri dari tentara KNIL bekas pasukan Sekutu dengan menerima juga bekas Heiho-Jepang dan pensiunan militer (reserve corps).
Sesuai misi dari Ratulangi pasukan NICA ini harus disusupi oleh para pemuda pejuang militer untuk kemudian dibantu oleh pemuda (BPNI) mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Hal ini terlaksana sehingga di asrama militer di Teling-Manado dibentuk suatu organisasi gelap yang sangat rahasia oleh Freddy Lumanauw dan Wangko Sumanti yang dinamakan mereka: ‘’Pasukan Tubruk’’.
Akhir Desember 1945, seluruh pasukan Sekutu (Australia) meninggalkan Manado dan tugas Sekutu diserahkan kepada NICA-KNIL di bawah pimpinan Tentara Inggris yang berpusat di Makassar. BPNI melihat kesempatan ini dan pemimpinnya, John Rahasia dan Wim Pangalila, merancangkan suatu pemberontakan pemuda yang akan dibantu oleh Freddy Lumanauw dari Pasukan Tubruk di Teling.



bukti hukum untuk dapat dituntut di mahkamah militer.
Pada 28 Januari 1946, Freddy Lumanauw dan Mantik Pakasi dipanggil Komandan Garnisun, Kapten Blom, dan langsung dibawa ke penjara karena ada laporan bahwa mereka sedang mengatur komplot untuk menggulingkan kekuasaan KNIL di tangan Belanda. Pada 31 Januari Lumanauw dan Mantik dibawa di bawah pengawalan MP ke Tomohon dan langsung diperiksa oleh Oditur Militer Mr OE Schravendijck. Pada hari itu mereka dikembalikan ke penjara Manado karena mereka tidak bersedia mengungkapkan sebab dan latarbelakang sehingga mereka mulai berkomplot. Selama dalam tahanan ini mereka diberitahu oleh Frans Korah tentang perkembangan rencana persiapan kup yang diatur oleh Taulu, Wuisan dan Sumanti.



Menyusul kemenangan itu, pemimpin perjuangan Ch Taulu kemudian pada tanggal 15 Februari 1946 mengeluarkan Maklumat Nomor 1 yang berisi:
  1. Kemarin malam jam 01.00 tanggal 14 Februari 1946, oleh pejuang-pejuang KNIL dibantu para pemuda telah merebut kekuasaan dari pemerintahan Belanda (NICA) Sulawesi Utara dalam rangka mempertahankan Kemerdekaan RI yang diproklamirkan Ir Soekarno dan Mohammad Hatta;
  2. Rakyat Diminta membantu sepenuhnya perjuangan itu;
  3. Kepada pejuang untuk mengambil alih pemerintahan Belanda;
  4. Keamanan di seluruh Sulut dijamin Tentara RI Sulawesi Utara;
  5. Kantor-kantor pemerintaha harus bekerja seperti biasa;
  6. Kegiatan ekonomi harus tetap jalan seperti biasa (pasar-pasar, toko-toko, sekolah-sekolah). Bila ada pasar atau toko tidak buka akan disita;
  7. Barangsiapa yang berani melakukan pengacauan berupa penganiayaaan, penculikan, perampokan, pembunuhan dan sebagai akan segera dihukum mati di muka umum.
5.Pertempuran Bandung Lautan Api

Peristiwa bandung lautan api merupakan salah satu peristiwa sejarah yang sangat populer. Peristiwa sejarah ini terjadi saat Indonesia sedang menghadapi upaya untuk mempertahankan kemerdekaannya pasca proklamasi kemerdekaan tahun 1945.
Bandung Lautan Api adalah sebuah sebutan untuk peristiwa terbakarnya kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia dalam upaya menjaga kemerdekaan Indonesia. Pembakaran ini dilakukan oleh masyarakat Bandung sebagai bentuk respon atas ultimatum oleh sekutu yang memerintahkan untuk mengosongkan Bandung.
Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada bulan Maret 1946. Sejarah besar ini dilakukan oleh para masyarakat Bandung yang jumlahnya sekitar 200.000 orang. Dalam waktu tujuh jam, mereka melakukan pembakaran rumah serta harta benda mereka sebelum akhirnya pergi meninggalkan Bandung.
Peristiwa Bandung Lautan Api ini dilatarbelakangi oleh banyak hal, yaitu Brigade Mac Donald atau sekutu menuntut para masyarakat Bandung agar menyerahkan seluruh senjata dari hasil pelucutan jepang kepada pihak sekutu. Sekutu mengeluarkan ultimatum yang berisi memerintahkan agar kota Bandung bagian utara dikosongkan dari masyarakat Indonesia paling lambat tanggal 29 November 1945. Sekutu membagi Bandung menjadi dua sektor, yaitu sektor utara serta sektor selatan. Rencana pembangunan kembali markas sekutu di Bandung. gambar via: Jago Sejarah

Peristiwa Bandung Lautan Api ini dilatarbelakangi oleh banyak hal, yaitu:
·         Brigade Mac Donald atau sekutu menuntut para masyarakat Bandung agar menyerahkan seluruh senjata dari hasil pelucutan jepang kepada pihak sekutu.
·         Sekutu mengeluarkan ultimatum yang berisi memerintahkan agar kota Bandung bagian utara dikosongkan dari masyarakat Indonesia paling lambat tanggal 29 November 1945.
·         Sekutu membagi Bandung menjadi dua sektor, yaitu sektor utara serta sektor selatan.
·         Rencana pembangunan kembali markas sekutu di Bandung.

Kronologi Bandung Lautan Api bisa dirunut dari peristiwa saat pasukan sekutu mendarat di Bandung. Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada Oktober 1945. Para pejuang Bandung saat itu tengah gencar-gencarnya merebut senjata serta kekuasaan dari tangan Jepang.
Para pejuang Bandung memilih membakar Bandung dan lalu meninggalkannya dengan alasan tertentu. Maksudnya yaitu untuk mencegah tentara Sekutu serta tentara NICA Belanda dalam memakai kota Bandung sebagai markas strategis militer mereka dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.
Operasi pembakaran Bandung ini dikatakan sebagai operasi “bumihangus”. Keputusan untuk membumihanguskan kota Bandung diambil lewat musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3), yang dilakukan di depan seluruh kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, tanggal 23 Maret 1946.
Hasil musyawarah itu lalu diumumkan oleh Kolonel Abdoel Haris Nasoetion sebagai Komandan Divisi III TRI. Ia juga memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Lalu, hari itu juga, rombongan besar masyarakat Bandung mengalir. Pembakaran kota berlangsung malam hari sambil para penduduknya pergi meninggalkan Bandung.
6.Pertempuran Margarana
Perang Puputan Margarana merupakan sebuah perang kemerdekaan yang puncaknya meletus pada 20 November 1946.
Perang Puputan Margarana terjadi di Margarana yang terletak di utara Kota Tabanan, Bali antara pasukan Indonesia melawan Belanda.
Pasukan Indonesia dipimpin oleh Kepala Divisi Sunda Kecil Letkol I Gusti Ngurah Rai yang membawahi pasukan Ciung Wanara.
Istilah Perang Puputan dipakai karena peperangan tersebut dilakukan sampai pada titik darah penghabisan.


Latar Belakang
Pada intinya, Perang Puputan Margarana di Bali dilatarnelakangi oleh hasil Perundingan Linggarjati antara Belanda dan Indonesia.
Salah satu isi hasil Perundingan Linggarjati adalah Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura.


Awal Peristiwa
Pada sekitar pertengahan November 1946, I Gusti Ngurah Rai kemudian memberikan perintah kepada pasukannya yang bernama Ciung Wanara untuk melucuti persenjataan polisi NICA yang menduduki Kota Tabanan.
Perintah tersebut terlaksana tiga hari kemudian, persisnya pada 19 November 1946.


Puncak Peristiwa
Sebenarnya sebelumnya I Gusti Ngurah Rai sempat mencium pergerakan Belanda dan langsung memindahkan pasukannya ke Desa Marga.
Mereka menyusuri wilayah ujung timur Pulau Bali, termasuk melintasi Gunung Agung.

7.Petempuran 5 Hari Di Semarang
 Pertempuran lima hari di Semarang, Jawa Tengah rutin diperingati setiap tahunnya. Peringatan digelar di kawasan Tugu Muda Semarang. Pertempuran tersebut merupakan perlawanan terhebat rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi.
IDN Times memberikan kisah terkait pertempuran tersebut, melansir dari laman resmi PT Djakarta Lloyd (Persero). Adanya ulasan ini akan menambah khazanah sejarah Indonesia.
Setelah Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh tentara Sekutu pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Selanjutnya, tentara Sekutu menugaskan kepada Komandan South East Asian Command (SEAC) atau Komandan tentara Sekutu Asia Tenggara, Laksamana Madya Lord Louis Mounbatten untuk membebaskan Indonesia dari Jepang serta melucuti persenjataannya.
Ternyata yang mendarat terlebih dahulu di Jawa adalah Divisi India XXIII yang dipimpin oleh seorang panglima, Mayor Jenderal D.C. Hawthorn. Selanjutnya Divisi India XXIII yang terdiri dari tiga brigade dibagi-bagi tugasnya masing-masing. Brigade “Bethel” dikirim ke Semarang, Brigade “Mc Donald” dikirim ke Bandung, serta Brigade ke-49 didaratkan ke Surabaya.



Pnjajahan Jepang


Perlawanan Rakyat Indonesia
Perlawanan Rakyat Indonesia – Terhadap Jepang, Dampak & Tujuan – Setelah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Indonesia, Jepang mulai menanamkan system penjajahan menggantikan pemerintah Hindia Belanda. Lajunya kemenangan pasukan Jepang seperti badai yang mampu menyapu tempat-tempat pertahanan Hindia Belanda. Namun kemenangan Jepang itu tidak secara fisik saja karena keunggulan militer dan teknologinya, tetapi dibalik itu sebenarnya terdapat dorongan bangsa Indonesia sendiri yang bosan terhadap penjajahan Belanda, apalagi Jepang menggunakan propaganda yang mampu menembus kebencian terhadap kolonialisme pada umunya.

Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya.

Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang. Jepang membentuk persiapan kemerdekaan yaitu BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau  Dokuritsu junbi chōsa-kai dalam bahasa Jepang. Badan ini bertugas membentuk persiapan-persiapan pra-kemerdekaan dan membuat dasar negara dan digantikan oleh PPKI yang bertugas menyiapkan kemerdekaan.

Latar Belakang Jepang Menjajah Indonesia

Pada tanggal 14 Februari 1942, Jepang menyerang Indonesia dan segera menguasai Sumatra Selatan. Tanggal 1 Maret dini hari, mereka mendarat di Jawa dan dalam waktu delapan hari, Letnan Jendral Ter Poorten, Panglima Tentara Hindia Belanda (KNIL), Menyerah atas nama seluruh angkatan perang Sekutu di Jawa. Pendudukan bangsa Jepang atas wilayah Indonesia sebagai negara imperialis, tidak jauh berbeda dengan negara-negara imperialisme lainnya. Kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia berlatar belakang masalah ekonomi, yaitu mencari daerah-daerah sebagai penghasil bahan mentah dan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan mencari tempat pemasaran untuk hasil-hasil industrinya. Sehingga aktivitas perekonomian bangsa Indonesia pada zaman Jepang sepenuhnya dipegang oleh pemerintah Jepang.

Masuknya Jepang ke Indonesia

Pada tanggal 8 Maret 1942, Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Belanda), Letnan Jenderal Ter Poorten (Panglima tentara Hindia Belanda), serta pejabat tinggi militer dan seorang penerjemah pergi ke Kalijati. Dari pihak Jepang hadir Letnan Jenderal Imamura. Dalam pertemuan itu, Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dengan demikian, secara resmi masa penjajahan Belanda di Indonesia berakhir. Jepang berkuasa di Indonesia. Bukan kemerdekaan dan kesejahteraan yang didapat bangsa Indonesia. Situasi penjajahan tidak berubah. Hanya kini yang menjajah Indonesia adalah Jepang.

Kedatangan Jepang pada umumnya diterima dengan penuh semangat. Rakyat percaya bahwa Jepang datang untuk memerdekakan, dan Jepang makin disenangi karena segera mengizinkan dikibarkannya bendera nasional Indonesia merah putih, dan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia raya, dua hal penting yang dulu dilarang oleh Belanda. Alasan penting kenapa penjajahan Jepang justru diterima oleh mayoritas kaum terpelajar Indonesia adalah karena penguasa baru itu dapat lebih meningkatkan status sosial ekonomi orang Indonesia, hanya dengan kelayakan saja, tanpa kekerasan.

Lebih-lebih lagi, dalam waktu enam bulan sejak kedatangannya, Jepang memenjarakan semua penduduk Belanda, sebagian besar orang Indo, dan sejumlah orang Kristen Indonesia yang dicurigai pro-Belanda kedalam kamp-kamp konsentrasi. Jumlah personil pemerintah militer Jepang hanya sedikit, oleh karena itu mereka terpaksa mengambil orang-orang Indonesia untuk mengisi lowongan hampir semua jabatan tingkat menengah, atasan bidang administrasi dan teknisi yang dulu diduduki orang Belanda atau Indo. Jadi, hampir semua personil Indonesia dalam bidang pemerintahan, mendapat kenaikan pangkat satu, dan bahkan sering dua atau tiga tingkat dalam hirarki tempat mereka bekerja. Dari situlah Jepang mula-mula memenangkan dukungan dari rakyat Indonesia. Karena alasan ini dan karena mereka diterima dengan tangan terbuka oleh penduduk, Orang Jepang tampaknya tidak mendapat tantangan nyata apa pun sebelumnya dari para pemimpin nasionalis.

Mereka dapat dengan mudah mengambil sumber-sumber kekayaan Indonesia demi tujuan kepentingan perang mereka, tanpa harus mengadakan persetujuan dengan kaum nasionalis Indonesia. Berdasarkan keyakinan ini, mereka membentuk pergerakan tiga A pada tanggal 29 April 1942. Pada saat itu, Jepang memperkenalkan dan memprogandakan semboyan dan semangat Jepang, yaitu “Nippon pemimpin Asia, Nippon pelindung Asia, dan Nippon cahaya Asia”.

Pergerakan itu bertujuan mengumpulkan dukungan untuk tujuan perang Jepang dan kemakmuran bersama Asia Timur Raya. Jepang terlalu dini untuk percaya bahwa mereka tidak perlu menggarap nasionalisme Indonesia untuk mencapai tujuan-tujuannya lebih lanjut, karena kenyataannya orang Indonesia yang mereka pilih untuk memimpin pergerakan tersebut adalah Mr. Raden Samsoedin, jelas bukan seoang pemimpin nasionalis eselon pertama. Orang Jepang segera menyadari kekeliruan perkiraan ini. Meskipun propagandanya hebat, Pergerakan Tiga A sebenarnya sangat melempem (gagal).

Ternyata kemakmuran ekonomi Indonesia dinomorduakan dibawah kepentingan Jepang, tanpa suatu imbalan yang memadai bagi Indonesia. Nusantara dikuras habis bahkan makanannya, minyak dan kinanya, sementara barang-barang pokok yang sangat diperlukan seperti barang sandang dan onderdil-onderdil tidak masuk lagi. Jepang mengawasi kurikulum sekolah secara kasar dengan tangan besi. Mereka memaksakan bahasa Jepang sebagai pengganti bahasa Belanda di sekolah-sekolah menengah atas, dan sebagai bahasa resmi dikalangan pemerintah. Ini semua menimbulkan reaksi-reaksi negatif yang tajam.

Yang lebih penting dan lebih meresap dihati hampir seluruh penduduk Indonesia adalah antagonisme yang tajam yang diciptakan oleh kekerasan yang keterlaluan, serta kekurangajaran yang sering ditunjukan oleh orang Jepang dalam pergaulan dengan orang Indonesia. Dalam waktu beberapa bulan saja, Jepang mulai menyadari bahwa mereka tidak lagi mendapat dukungan dari massa maupun mayoritas orang Indonesia terpelajar.

Suatu rasa tidak senang terhadap Jepang terus tumbuh di kalangan rakyat mulai nyata dan ditunjukkan dengan mendadakan pemberontakan sebelum tahun 1942 berakhir. Jepang mulai khawatir pada permusuhan yang jelas serta perlawananan yang kadang oleh pelajar sekolah dan mamhasiswa. Mereka cemas terutama setelah mengetahui bahwa dibentuk organisasi-oraganisasi bawah tanah yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa ini maupun para pemimpin politik.

Mereka mulai memahami bahwa pergerakan kebangsaan Indonesia adalah suatu kekuatan yang nyata dan kuat, dengan apa harus dicapai suatu cara penyelesaian tertentu, jika mereka menghendaki tercapainya tujuan-tujuan penjajahan yang minim sekalipun. Menyadari hal ini, Jepang mengubah kebijakan politiknya secara radikal. Pertama-tama mereka mengalihkan perhatian kepada para pemimpin nasionalis, yang mereka yakini bahwa pemimpin tersbut benar-benar disukai rakyat.

Tujuan Jepang Menjajah Indonesia

  • Menjadikan Indonesia sebagai daerah penghasil dan penyuplai bahan mentah dan bahan baker bagi kepentingan industri Jepang.
  • Menjadikan Indonesia sebagai tempat pemasaran hasil industri Jepang. Indonesia dijadikan tempat pemasaran hasil industri Jepang karena jumlah penduduk Indonesia sangat banyak.
  • Menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk mendapatkan tenaga buruh yang banyak dengan upah yang relatif murah.

Dengan tujuan tersebut maka Jepang harus mampu membungkus tujuan yang jelas-jelas merugikan bangsa Indonesia dengan berbagai propaganda agar diterima oleh bangsa Indonesia. Propaganda Jepang yang cukup menarik simpati rakyat Indonesia adalah sebagai berikut :
  • Jepang adalah “saudara tua” bagi bangsabangsa di Asia dan berjanji membebaskan Asia dari penindasan bangsa Barat.
  • Jepang memperkenalkan semboyan “Gerakan Tiga A”: Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.
  • Jepang menjanjikan kemudahan bagi bangsa Indonesia, seperti janji menunaikan ibadah haji, menjual barang dengan harga murah.
  • Jepang memperkenankan pengibaran bendera merah putih bersama bendera Jepang Hinomaru.
  • Rakyat Indonesia boleh menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama lagu kebangsaan Jepang “Kimigayo”.
  • Pada zaman Jepang Indonesia diperintah oleh tiga pemerintahan militer. Struktur pemerintahan militer Jepang itu adalah sebagai berikut.
  • Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keduapuluh lima) untuk Sumatera dengan pusatnya di Bukittinggi.
  • Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keenambelas) untuk Jawa-Madura dengan pusatnya di Jakarta.
  • Pemerintahan militer Angkatan Laut (Armada Selatan Kedua) untuk daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusatnya di Makasar.\


Senin, 10 Februari 2020

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI


1.)Kekalahan jepang dalam perang dunia ke-2
            Pada 6 Agustus dan 9 Agustus,Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hirosima dan Nagasaki  pada upacara kapinasi yang di adakan pada 2 September 1945 di atas kapal tempur Amerika Serikat Misarri.dokumen kapinasi jepang yang di tandatangani hari itu oleh pejabat pemerintah jepang secara resmi mengakhiri perang dunia ke-2
2.)Peristiwa renglas dengklok
            Peristiwa renglas dengklok adalah peristiwa penculikan yang di lakukan oleh sejumlah pemuda antara lain sukarni,ardit,dan choerul saleh dari perkumpulan “menteng 31” terhadap soekaarna dan hatta pada tanggal 16 Agustus 1945.
3.)Perumusan naskah proklamasi
           Di rumuskan oleh Soekarno,Moh Hatta,dan Ahmad Subarjo di museum perumusan naskah proklamsi (Jl.imam bonjol no 1 Rt 9/Rw 4 menteng.kec menteng Jakarta pusat) pada tahun 17 Agustus 1945.
4.)Proklamasi 17 Agustus 1945
            Berawal dari menyerahnya jepang pada sekutu dan di bentuknya BPUPKI pada tanggal 1 maret 1945 setelah sidang 1&2 BPUPKI dan di ganti dengan PPKI (18 Agustus 1945)
5.)Penyebaran ben’ta proklamsi
 -melalui siaran radio Hoso Karyoko yang di mana sekarang adalah radio republic Indonesia yang di mana yang di lakukan oleh Yusu Franadiero.
 -di mulai pada tahun 1946,radio republic Indonesia Hoso Karyoko melakukan penyiaran berita proklamasi republik indoneisa yang kemudian di beri judul THE VOICE OF FREEDOM indoneisa yang di lakukan oleh molly warner (seorang berkebangsaan Australia yang memiliki simpai kepada Republik Indonesia).
 -melalui kantor berita Domei yang kini merupakan kantor berita antara yang di mana dilakukan oleh Syahrudin Fauz,Adam Malik dan lainnya.
 -Kemudian penyebaran berita yang dilakukan melalui media cetak yang dilakukan oleh beberapa tempat seperti Harian suara Asia tersebut adalah merupakan dari Koran/media cetak pertama yang berada dimetona.
-pengetusan anggota PPKI
  A. Teuku Hassan (Aceh)
  B. Sam Rantulungi (Sulawesi)
  C. Katut Pudja (Sunda kecil/Bali)
  D. AA flamolan (Kalimantan)
6.)Pembentukan Pemerintahan 9(Hasil siding PPKI)
Sidang PPKI Pertama :
        Sidang PPKI yang pertama ini dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945 pada Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon – Jakarta.
Hasil sidang PPKI yang pertama: 18 Agustus
  1.  Mengesahkan UUD 1945;
  2. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden;
  3. Tugas presiden sementara ini akan dibantu oleh Komite Nasional sebelum dibentuknya lembaga MPR dengan DPR.
Sebelum UUD 1945 disahkan, terdapat beberapa perubahan pada UUD 1945, di antaranya ialah :
Kata “Muqaddimah” diganti dengan sebuah kata Pembukaan. Pada pembukaan di alinea keempat anak kalimat Ketuhanan, dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya diganti dengan menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pasal 29 ayat (1) dari yang semula awal berbunyi :
“Negara berdasarkan atas Ketuhananan, serta dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya tersebut” diganti sehingga menjadi berbunyi:
“Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Pasal 6 Ayat (1) yang semula berbunyi :
Presiden merupakan orang Indonesia asli serta beragama Islam diganti menjadi Presiden ialah orang Indonesia asli.
Dalam sebuah sidang PPKI yang pertama ini, Ir. Soekarno terpilih menjadi Presiden RI dimana Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden RI.

Sidang PPKI Kedua :19 Agustus

     Sidang PPKI yang kedua dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 1945 di tempat yang sama ketika sidang pertama tersebut berlangsung.
Hasil sidang PPKI yang kedua ini adalah :
  1. Membentuk duabelas (12) kementerian serta empat (4) menteri negara.
  2. Membentuk pemerintahan daerah (dimana Indonesia dibagi menjadi 8 provinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur).
Kabinet yang dibentuk saat sidang PPKI kedua tersebut diberi nama Kabinet Presidentiil. Nah 12 Kementerian yang dibentuk ialah meliputi :
Sidang PPKI Ketiga
à22 Agustus
Hasil sidang PPKI yang ketiga adalah:
1. pembentukan komite nasional indonesia
 2. pembentukan partai nasionla indonesia
 3. pembentukan alat kelengkapan keamanan negara

Rabu, 22 Januari 2020

PERGERAKAN NASIONAL


  • ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL(BUDI UTOMO,SAREKAT ISALAM,NU,DAN MUHAMMADIYAH,INDISCHT PARTIJ,PERHIMPUNAN INDONESIA,PNI,TAMAN SISWA.
           -1.Budi Utomo (BU)   
  • Pada awal abad ke-20 sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen) terdapat di Jakarta.
  • Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 atau  Hari Kebangkitan Nasional   
  • Pada mulanya Budi Utomo bukanlah partai politik.Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia,Belanda.Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak di capai yaitu perbaikan pelajar di lingkunagn sekolah-sekolah,membuka sekolah pertanian.
  • Faktor yang menyebabakan semakin lambannya Budi Utomo                                                -Budi Utomo cendrum memajukan pendidikan untuk kalangna periyayi dari pada       penduduk umumnya.
          -2. Sarekat Islam (SI)
  • Atas prakarsa H.O.S.Cokroaminoto,nama sarekat dagang islam kemudian di ubah menjadi Sarekat Islam (SI),dengan tujuan untuk memperluas anggota sehingga tidak hanya terbatas pada pedagang langsung.
  • sarekat islam terpecah menjadi dua                                                                                                    -Sarekat islam Putih yang di pimpin oleh H.O.S Cokroaminoto                                              -Sarekat islam Merah yang di pimpin oleh Samaun dan Darsono
  • Pada tanggal 10 September 1912,di tetapakan tujuan sarekat islam yaitu                                         -Memajukan perdagangan.                                                                                                           -memajukan agama islam. 
          -3. Indischt partij (IP)
  • Indischt partij di dirikan di Bandung pada tanggal 15 Desember 1912 oleh Tiga Serangkai yakni Douwes Dekker,Dr. Ciptomangunkusumo,dan suwardi suryaningrat.
  • Melihat tujuan dan mencapai tujuan bahwa indischt partij berdiri di atas nasionalisme yang luas menuju Indonesia Merdeka.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    -4. Muhammadiyah
  • Muhammadiyah didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912. 
                                             
  • Untuk mencapai tujuan tersebut, usaha yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
    1.    mendirikan sekolah-sekolah yang berdasarkan agama Islam ( dari TK sampai dengan perguruan tinggi);
    2.    mendirikan poliklinik-poliklinik, rumah sakit, rumah yatim, dan masjid;

    3.    menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan.                                                                                                                                                                                -5.Gerakan pemuda
  •     Gerakan pemuda indonesia ,sebearnya telah di mulai sejak berdirinya Budi Utomo ,namun sejak kongres  yang pertama perannya telah di ambil oleh golongan tua (kaum priyayi dan kaum pegawai negri) sehingga para pemuda kecewa dan keluar pada organisasi tersebut.
  •      Baru beberapa tahun kemudian ,tepatnya pada 7 maret 1915 di Batavia berdiri Trikoro Dharmo oleh R.satiman Wiryosanjoyo,kadarman,dan sunardi.
  •      Tujuan perkumpulan ini adalah sebagai berikut:
        1 mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi bumi putra pada        sekolah menengah dan perguruan kejuruan.
         2.  menambah pengetahuan umum bagi para anggotanya.
       3. membangkitkan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan budaya.
        -6.Taman Siswa
  • Suwardi suryaningrat memfokuskan perjuangan dalam bidang pendidikan . Pada tanggal 3 Juli 1922 Suwardi Suryaningrat (lebih di kenal dengan nam Ki Hajar Dewantara) .
  • Sekolah Taman Siswa dijadikan sarana untuk menyampaikan ideologi nasionalisme kebudayaan, perkembangan politik, dan juga digunakan untuk mendidik calon-calon pemimpin bangsa yang akan datang.
  • Penididikan Taman Siswa dilakukan dengan sistem "among" dengan pola belajar "asah, asih dan asuh".
       -7. Partai Nasional Indonesia (PNI)
  • Algemene Studie Club di Bandung yang didirikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1925 telah mendorong para pemimpin lainnya untuk mendirikan partai politik, yakni Partai Nasional Indonesia ( PNI). 
  • Radikal PNI telah kelihatan sejak awal berdirinya . Hal ini terlihat dalam anggaran dasarnya bahwa tujuan PNI adalah indonesia merdeka dengan setrategi perjuangan nonkooperasi.         

         Proses Terjadinya Sumpah Pemuda  
                                                                                                                                                    Selain hari Proklamasi, peristiwa Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa Bangsa Indonesia telah dilahirkan, sebagaimana tercantum dalam tiga rumusannya: (1) Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; (2) Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; (3) Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. 
     
     *Lahirnya Sumpah Pemuda adalah hasil perkembangan dari organisasi Budi Utomo yang telah lahir sebelumnya. Keberadaan Budi Utomo melahirkan beberapa organisasi kepemudaan, seperti Tri Koro Darmo (Jong Java), Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Betawi, dan lain-lain. Organisasi-organisasi itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Sumpah Pemuda.
   
  *mewujudkan persatuan organisasi-organisasi tersebut, mereka kemudian melakukan pertemuan dalam rangka mencapai kata mufakat. Pada 15 November 1925, mereka mengadakan kongres pemuda untuk membentuk panitia pelaksanaan kesepakatan bersama.
    
                                                                   Penjajahan Jepang
     *Perlawanan Rakyat Indonesia – Terhadap Jepang, Dampak & Tujuan – Setelah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Indonesia, Jepang mulai menanamkan system penjajahan menggantikan pemerintah Hindia Belanda.

      *Masa pendudukan jepang di indonesia di mulai pada tahun 1942 dan berakhir pada 17 Agustus 1945 sesudah memeperoklamasikan kemerdekaan.

     *Latar belakang
Pada tanggal 14 Februari 1942, Jepang menyerang Indonesia dan segera menguasai Sumatra Selatan. Tanggal 1 Maret dini hari, mereka mendarat di Jawa dan dalam waktu delapan hari, Letnan Jendral Ter Poorten, Panglima Tentara Hindia Belanda (KNIL), Menyerah atas nama seluruh angkatan perang Sekutu di Jawa.

    *Masuknya jepang ke Indonesia
      Pada tanggal 8 Maret 1942, Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Belanda), Letnan Jenderal Ter Poorten (Panglima tentara Hindia Belanda), serta pejabat tinggi militer dan seorang penerjemah pergi ke Kalijati.